Kontraktor Kubah Masjid di Semarang Jawa Tengah

Kontraktor Kubah Masjid di Semarang Jawa Tengah

Kontraktor Kubah Masjid di Semarang Jawa Tengah

Saat senja tiba, kereta api telah sampai di stasiun Semarang. Seorang pemuda dengan perawakan tegak langsung bangun saat mendengar bunyi sangat keras dari bel kereta api. Dengan tas ranselnya pemuda itu bergegas keluar. Di luar stasiun telah ramai orang yang menjemput saudara atau kerabat mereka turun dari stasiun. Dengan mata agak kemerahan pemuda itu mencari saudara yang akan menjemputnya tetapi dari sekian banyak orang di depan stasiun tidak menemukan seorangpun yang ia kenal. Kemudian dia berjalan kaki menuju masjid dekat stasiun semarang. Saat berjalan dan melihat-lihat sepanjang jalan tiba-tiba dia menemukan tulisan Kontraktor Kubah Masjid di pinggir jalan. Dalam fikirnya, baru pertama kali ini dia menjumpai adanya tempat Kontraktor Kubah Masjid. Saat melihat tulisan tersebut pemuda ini sempat berhenti di depan kantor kontraktor sejenak.

Dengan rasa penasaran akan maksud tulisan Kontraktor Kubah Masjid seperti apa, seorang pemuda ini melanjutkan jalan kaki menuju masjid di depan kantor kontraktor tersebut. Sesampainya di masjid dia langsung melaksanakan sholat. Sehabis sholat dia juga tetap memandangi tulisan dan penasaran dengan maksudnya. Dengan wajah yang penasaran tiba-tiba ada seorang laki-laki duduk disampingnya. Beliau adalah mengaku marbot masjid itu. Laki-laki itu sudah berulang kali menanyakan dari mana dan mau kemana kepada pemuda tersebut. Namun pemuda ini tetap diam dan menatap tulisan Kontraktor Kubah Masjid yang berada di seberang jalan tersebut. Kemudian laki-laki itu memegang tangannya sambil menerangkan tentang tulisan di seberang jalan tersebut. Dengan wajah yang sedikit malu-malu pemuda ini menatap wajah laki-laki itu. Setelah dijelaskan pemuda itu langsung spontan menanyakan mulai jam berapa kantor tersebut buka. Beliau menjawab pertanyaan pemuda yang penasaran tersebut dengan senyuman dan menyuruhnya datang ke kantor itu jam 8.00 pagi. Tak terasa ternyata sudah masuk waktu sholat isya’. Sebagai ucapan terima kasih pemuda ini dia bersedia adzan di masjid tersebut, laki-laki itu mengizinkan pemuda itu. sesudah Sholat dia baru bertemu dengan saudara yang menjemputnya di stasiun.

Rasa senang menyelimuti raut wajah pemuda itu karena telah bertemu keluarganya yang tak lama bertemu. Pemuda ini datang ke rumah saudaranya di Semarang dengan tujuan menjemput kakeknya untuk diajak pulang ke kampung halamannya kembali. Keesokan harinya, pemuda ini berpamitan untuk menunda perjalannya ke kampung halaman karena penasaran dengan pekerjaan Kontraktor Kubah Masjid dekat stasiun yang ia lihat kemarin sore. Dan kakeknya setuju. Pemuda ini langsung berangkat ke kantor itu. Sesampainya di sana tepat pukul 8.00 pagi, dia tak melihat seorangpun di sekitar kantor kecuali laki-laki yang dia temui kemarin di masjid. Setelah di datangi ternyata laki-laki itu adalah seorang Kontraktor Kubah Masjid itu. Dengan wajah malu-malu pemuda ini tersenyum. Dan dia berbicara suatu saat nanti dia ingin seperti laki-laki itu yakni Kontraktor Kubah Masjid.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *