Harga Gula Mentah Diperkirakan Alami Pelemahan Hingga Pengujung Semester I/2017

Bersamaan projectsi bertumbuhnya produksi. Pada perdagangan Kamis (6/4/2017) jam 16 : 51 WIB, harga gula di bursa ICE Futures Europe Commodities untuk kontrak Mei 2017 bertambah 0, 09 point atau 0, 56% menuju US$16, 19 sen per pon. Harga berhasil rebound sesudah alami penurunan dalam 8 session berturut-turut.Selama th. jalan, harga turun 15, 9%. Th. lantas, harga gula berhasil melonjak 30, 48% year on year/yoy sesudah alami trend alami penurunan mulai sejak 2010.

Harga Gula Mentah Diperkirakan Alami Pelemahan Hingga Pengujung Semester I/2017

Harga Gula Mentah Diperkirakan Alami Pelemahan

Wahyu Tribowo Laksono, analis Central Capital Futures, mengemukakan trend harga gula memanglah relatif alami pelemahan mulai sejak September 2016. Gosip paling utama sebagai perhatian adalah tingginya volume supply serta belum juga tumbuhnya keinginan global. Brasil jadi produsen gula paling besar didunia diprediksikan alami perkembangan produksi karena membaiknya cuaca. Pada musim 2017-2018, tingkat supply baru di ruang selatan Brasil diprediksikan menjangkau rekor baru sebesar 36 juta ton. Pasar gula memakai patokan musim mulai Oktober s/d September di th. selanjutnya. Berarti, musim 2017-2018 berjalan mulai Oktober 2017 sampai September 2018.

Sesaat di India, jadi satu diantara produsen serta customer gula paling besar global, diprediksikan alami penambahan hasil panen. Tetapi, tingkat keinginan negara itu jadi alami penurunan. Mengutip data Indian Sugar Mills Association (ISMA), tingkat produksi pada musim 2016-2017 yang diawali Oktober lantas mungkin saja turun ke 20, 3 juta ton, atau level paling rendah dalam tujuh th. paling akhir. Pada musim terlebih dulu, India hasilkan gula beberapa 25, 1 juta ton.

Rendahnya supply baru dikarenakan kekeringan yang menempa negara sisi Maharashtra, Karnataka, Andhra Pradesh, serta Telangana. Penjualan gula pada musim 2016-2017 juga diperkirakan turun jadi 24, 2 juta ton dari musim terlebih dulu 24, 85 juta ton. Mengenai pada musim 2017-2018, produksi gula India dapat bertambah ke 25, 5 juta ton. Tetapi, penambahan produksi tidak searah dengan perkembangan mengkonsumsi yang turun jadi 23, 8-24 juta ton dari 24, 8 juta ton pada musim terlebih dulu.

Harga Gula Mentah Diperkirakan Alami Pelemahan

” Aspek Brasil serta India buat pasar relatif lakukan tindakan jual pada gula karna fundamental yang bearish, ” tutur Wahyu waktu dihubungi Usaha. com, Kamis (6/4/2017).

Menurut pakar harga gula pasir per karung, sambungnya, bahan pemanis ini juga akan alami suprlus untuk awal kalinya dalam tiga th. paling akhir pada 2017. Pasalnya, India alami pemulihan dari kekeringan, serta produksi di Uni Eropa juga bertambah.

Volume produksi global pada musim 2017-2018 diprediksikan sebesar 132, 9 juta ton, naik 9, 7 juta ton dari musim terlebih dulu. Oleh karenanya, harga juga akan relatif berfluktuasi. Wahyu memprediksi, harga gula pada kuartal II/2017 berpeluang kembali melemah terbatas menuju US$14 sen per pon. Tetapi, dengan teknikal harga juga oversold hingga berpeluang alami rebound.

” Range harga kuartal II ada di US$14 sen-US$19 sen per pon. Masih tetap dapat melemah namun rawan rebounds. Level US$16 sen-US$17 sen juga akan jadi ruang yang seringkali dilewati, ” katanya.

Dia memberikan, berkurangnya harga gula global bisa untungkan Indonesia jadi negara importir. Seandainya, tata kelola import serta distribusi supply dikerjakan dengan benar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *