Dua Seorang Pemuda Mengenakan Kaos ‘Pecinta Kopi Indonesia’ Ditahan Bersangkutan Dengan Paham Komunisme

Polsek ternate Telah menahan Dua aktivis aliansi warga adat Nusantara (AMAN) Maluku utara, adlun fiqri serta supriyadi sawai sebab memakai kaos dengan akronim PKI. Walaupun Singkatan PKI yang di magsud dalam kaos tersebut singkatan dari ‘Pecinta Kopi Indonesia’ kami meyediakan vendor kaos polos di clambykaospolos.

Menurut kapolda maluku utara brigjen pol zulkarnain di konfirmasi dari berita setempat, pada hari sabtu 14 mei 2016.

kapolda zulkarnaen menerima informasi jika keduanya ditahan pada jumat 13/5 lalu. dengan terbukti melanggar pasal 5 ayat 1 huruf b angka 1 dan pasal 37 KUHP.

Zulakrnaen Mengatakan Terdapat 4 orang yang di periksa oleh penyidik di polres ternate. namun yang memenuhi unsur penyebaran paham komunisme cuma adlun dan supriyadi, sehingga yang lain hanya menjadi sanksi.

beberapa barang bukti di amankan dari keduanya, yaitu 4 helai kaos yang bergambar lambang palu arit, ada 6 buku yang mempunyai konten komunis.

selama pengecekan berlanjut, dia mengatakan pernah
mendapat pesan pendek dari sejumlah pihak yang meminta agar adlan dan supriyadi di lepaskan. walaupun begitu, zulkarnaen tidak ingin menganggap pesan tersebut sebuah ancaman baginya.

seterusnya, zulkarnaen ingin tidak terjadi lagi hal yang serupa. Dimana, masyarakat siapapun saja harus berhati-hati ketika memakai sebuah simbol.

dengan terpisah, pengacara, LBH dengan nama maharani menjelaskan baik adlun ataupun supriyadi di tahan di polres ternate sejak sehari yang lalu. akan tetapi keduanya tidak mau menandatangani surat penangkapan.

adlun mengatakan hal ini sangatlah keterlaluan. dia menolak di tuduh untuk mengancam keamanan negara. mereka malahan menolong negara sebab mereka mengajarkan anak-anak jalanan agar mereka mampu untuk memiliki keahlian membaca dan menulis.

“mereka berdua menolak tanda tangan surat penangkapan, barang bukti yang dipakai polisi adalah buku-buku terbitan intist, marijin kiri, resist koleksi adlun sebab dianggap buku komunisme, begitupun kaos kampanye melawan lupa munir dan kaos kampanye HAM lain dianggap atribut komunis juga.” ujar maharani. Baca juga di kaos polos lengan panjang clambykaospolos.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *