Benang Kusut Sistem Pendidikan Di Indonesia

Menurut Prof. H. Mahmud Yunus: Yang dimaksud pendidikan ialah suatu usaha yang dengan sengaja dipilih untuk mempengaruhi dan membantu anak yang bertujuan untuk meningkatkan ilmu pengetahuan, jasmani dan akhlak sehingga secara perlahan bisa mengantarkan anak kepada tujuan dan cita-citanya yang paling tinggi.

Bagaimana system pendidikan di indonesia apakah telah berhasil atau jalan ditempat. Tiap-tiap periode perubahan kekuasaan atau peminpin system pendidikan di indonesia senantiasa beralih, kenapa,,,,?. Kenapa anak didik siswa dibebankan beberapa pekerjaan yang begitu mengambil alih saat bermain & sosialisasi mereka, kenapa mereka mesti menggunakan saat dari pagi sampai malam selalu untuk di sekolah? dampaktifkah yang mereka kerjakan? Kenapa siswa mesti pelajari semuanya matapelajaran yang ada meskipun dalam lingkungan kerja mereka cuma memerlukan satu ketrampilan saja, Haruskah mereka mepelajari matematika, geografi, fisika, akuntansi, seni lukis, sosiologi keseluruhannya? atau Kenapa Kuliah memerlukan saat lama 4 tahun? Apakah kesemua itu tidak menggunakan banyak cost & saat.

Baca Juga: Pengertian Akuntansi

Jawaban dari pertanyaannya di atas yakni System pendidikan yang menyimpang. Harusnya, harusnya,,,,, serta harusnya siswa belajar di pusatkan untuk satu bagian saja. Sesungguhnya dari tingkat SD anak didik telah dapat di kenali bakat & minatnya, tidak mesti menanti tingkat SMU/SLTA. Hingga kekuatan anak didik sangatlah terasah untuk satu bagian saja. Mungkin saja kita berpikir kalau rasa-rasanya anak yang mempunyai kekuatan di semua bagian sangat mengagumkan tapi buat anak itu jadi tidak bermanfaat.

Spesialisasi untuk bagian spesifik mesti di tekankan pada anak didik. Mendidik anak bukanlah beberapa cobalah, janganlah berpikir buat anak anda jadi manusia dewa yang dapat lakukan apa pun untuk dia pakar dalam satu bagian spesifik asah ketrampilannya. Maksud sekolah bukanlah buat anak yang dapat di semua bagian yang ujung-ujungnya buat anak tersiksa.

Tak ada kelirunya mencontoh negara-negara eropa seperti Finlandia & Jerman yang mengaplikasikan spesialisasi ketrampilan bagian spesifik sejak dari awal. Tidak cuma itu saja mereka tidak sempat memakai ujian nasional seperti di negara kita, Siswa lah yang memastikan apa yang ingin di ujiankan atau bebrapa masalah seperti apa yang siswa kehendaki. Dengan kata beda siswalah yang memastikan kelulusan & guru jadi media untuk tingkatkan memampuannya. Akhirnya Finlandia jadi negara tertinggi dalam system pendidikan.

Bila demikian kapan kita seperti mereka,,,???????????